Newsflash

Cetak
PDF

Penilaian Meja Informasi dan Administrasi Kepaniteraan di PA Sengeti

 

Muaro Jambi, www.pa-sengeti.go.id

Tiga orang tamu yang sudah dinanti memasuki halaman Pengadilan Agama Sengeti Kamis (10/11/2011) dan langsung disambut oleh Ketua, Wakil Ketua, Pansek dan Pegawai Pengadilan Agama Sengeti. Tamu tersebut terdiri dari 2 Tim yakni Tim Penilai Pelayanan Publik dan Meja Informasi yaitu Dwiana Sri Handayani, S.E. dan Tim Konsultasi Pelaksanaan Monitoring Administrasi Kepaniteraan Peradilan Agama, yaitu H.A. Paridudin, S.H dan Anna Tresnasari, SH.

 

 

“Saat ini Badilag menurunkan 29 tim ke daerah yang ditugaskan melakukan penilaian terhadap perkembangan pelayanan peradilan agama terhadap para pencari keadilan, untuk wilayah PTA Jambi sasarannya adalah Pengadilan Agama Sengeti dan Pengadilan Agama Kuala Tungkal,” demikian ungkap Anna Tresnasari.

 

Kedua tim tersebut selanjutnya melakukan wawancara dengan petugas meja informasi seputar pelayanan publik yang yang telah diberikan oleh Pengadilan Agama Sengeti, disamping itu tim tersebut juga melihat dan mencoba penggunaan fasilitas TI, seperti informasi perkara yang tersaji dalam touch screen (layar sentuh) yang terkoneksi dengan SIADPA Plus. Informasi yang ditampilkan layar sentuh sangat komplit, mulai dari jadwal sidang hingga transaksi keuangan perkara. Setiap ruangan yang ada di Pengadilan Agama Sengeti juga disambangi dan tidak luput dari jepretan foto tim dari pusat ini.

Pintu Koboi (cowboy)

Meskipun sarana dan prasarana belum memadai di PA Sengeti, namun kondisi ini tidak menyurutkan PA Sengeti dalam memaksimalkan meja informasi dan pelayanan publik. Untuk melokalisir pencari keadilan di ruang lobby/tunggu dipasang pintu dengan sistem buka tutup seperti dalam film-film koboi. Tulisan “Selain Pegawai Dilarang Masuk” melekat di pintu koboi tersebut.

Pemasangan pintu koboi ini cukup efektif, karena Para Pihak tidak bisa lagi keluar masuk lorong-lorong  menuju ruang hakim, ruang panitera pengganti, dll. Tatap muka atau pertemuan dengan hakim atau panitera pengganti di luar persidangan sudah terhalang berkat pintu koboi, dan tentunya komitmen aparatur pengadilan untuk membatasi interaksi dengan para pihak.

 

 

Respon PA Sengeti

Ketua Pengadilan Agama Sengeti, Drs. Azwar, S.H., M.EI, mengatakan bahwa kedatangan Tim dari Badilag kali ini memberikan motivasi tersendiri karena dari 10 Pengadilan Agama yang berada di wilayah hukum PTA Jambi hanya 2 Pengadilan Agama yang dikunjungi oleh Tim dimaksud, salah satunya adalah Pengadilan Agama Sengeti, hal ini merupakan suatu bukti adanya nilai plus dan perhatian khusus Badilag terhadap Pengadilan Agama Sengeti, walaupun kondisi gedung dan fasilitas kantor belum representatif untuk memberikan pelayanan publik yang prima secara optimal.

Ketua PA Sengeti juga menambahkan, bahwa dengan adanya kegiatan monitoring dan penilaian ini kita menjadi tahu dimana letak kelemahan dan kekurangan yang ada, meskipun menurut tim penilai, pelayanan publik yang diberikan oleh Pengadilan Agama Sengeti sudah mengacu pada pedoman pelayanan publik yang sudah ditetapkan standarnya oleh Mahkamah Agung RI.

Selanjutnya selaku Ketua, Azwar berharap jika ada pelatihan yang berkenaan dengan pelayanan publik dan meja informasi, kiranya Badilag berkenan memanggil utusan dari Pengadilan Agama Sengeti untuk menjadi peserta, agar ke depan pelayanan publik di Pengadilan Agama Sengeti lebih baik karena telah di dukung oleh Sumber Daya Manusia yang professional dan terlatih.

 

 

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Sengeti, Drs. Faizal Kamil, S.H., M.H., menambahkan bahwa dengan adanya penilaian dan monitoring yang dilakukan oleh tim dari pusat ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta mendukung usulan kenaikan kelas Pengadilan Agama Sengeti dari Pengadilan Agama Kelas. II menjadi Pengadilan Agama Kelas. I B.

Senada dengan komentar di atas, Drs. Zubir Ishak selaku Pansek memberikan apresiasi dengan kedatangan Tim dari Pusat. “Ada perhatian terhadap apa yang sudah diprogramkannya, artinya tidak sekedar memerintahkan, tetapi benar-benar dilihat perkembangan programnya langsung ke Pengadilan Agama,” tandas Zubir.

Selanjutnya Zubir Ishak berharap agar penilaian ini bukan sekedar penilaian, tapi juga sebagai pembinaan agar kelemahan dan kekurangan yang ada dapat dibenahi sehingga memberikan nilai tambah bagi Pengadilan yang dikunjungi, di samping itu kegiatan ini hendaknya dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga ke depan pelayanan prima di Peradilan Agama benar-benar optimal dan mendapat tempat di hati para pencari keadilan.

(Abdurrahman Alwi)

 

Add comment