- Hakim PA Sengeti : Etika Berbicara Itu Penting
Hakim PA Sengeti: Etika Berbicara Itu Penting

Pengadilan Agama Sengeti kembali menggelar bimbingan mental (bintal), Rabu (01/05/2013). Bintal kali ini disampaikan oleh Senen, S.Ag, Hakim PA Sengeti, dengan mengambil tema etika dalam berbicara.
Bintal yang diikuti oleh seluruh pegawai PA Sengeti berjalan dengan tenang dan lancar. Nampak, peserta yang hadir menyimak materi dengan seksama atas apa yang disampaikan oleh sang penceramah.
Mengawali uraiannya, Senen menjelaskan bahwa Nabi Muhammad diutus ke dunia adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Menurutnya, perilaku masyarakat Arab saat itu sangat tidak bermartabat, misal perlakuannya terhadap wanita dan kebiasaan buruk masyarakat jahiliyah.
Ia menuturkan bahwa dalam bergaul dan berbicara seseorang harus memakai akhlak. Berbicara terhadap orang yang muda, yang tua, terhadap pimpinan dan bawahan harus tetap menggunakan akhlak. Oleh karenanya, ia menyimpulkan bahwa etika dalam berbicara itu sangat penting.
- Hakim PA Sengeti : Salawat kepada Nabi
Hakim PA Sengeti : Salawat kepada Nabi

Sengeti, bimbingan mental yang diisi dengan tausiyah oleh salah satu hakim Pengadilan Agama Sengeti Rio Satria, mengawali kegiatan rutin di bulan keempat tahun 2013 (03/04/2013). Bertempat di musholla Al Mahkamah, dipenuhi beberapa hakim dan pegawai serta honorer, membawa suasana yang begitu hangat dan erat di kalangan seluruh warga PA Sengeti yang hadir di mushollah tersebut.
Mengawali tausiyahnya, hakim yang paling muda di PA Sengeti ini, meingingatkan kita untuk selalu bersalawat kepada nabi Muhammad SAW. “Berdasarkan hadist nabi yang artinya sesungguhnya Allah beserta Malaikat bersalawat kepada Nabi,”kata Rio Satria.
Ia memaparkan ada dua pendapat tentang makna salawat kepada nabi, yaitu makna pertama, bahwa salawat Allah SWT tidak sama dengan salawat kepada nabi. “Salawat Allah bermakna Allah mencintai Muhammad sedang salawat kepada nabi bermakna malaikat senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT untuk nabi Muhammad SAW. Pendapat yang kedua menurut Imam Syafi’I, salawat Allah bermakna majazi yang artinya mengasihi dan menyayangi Muhammad dan makna kedua artinya hakiki yaitu Malaikat mendoakan Nabi Muhammad SAW agar mendapat ampunan dari Allah SWT, “jelasnya kembali.
Bolehkah bersalawat kepada selain Nabi? Rio menjelaskan bahwa berdasarkan dari arti kata salawat yang artinya doa, maka pemberian salawat dikategorikan dalam tiga hal, yaitu pertama, boleh bersalawat kepada selain nabi, kedua salawat hanya kepada nabi dan ketiga boleh bersalawat kepada selain nabi namun sebelumnya diawali dengan bersalawat kepada nabi karena yang paling berhak dan utama adalah bersalawat kepada nabi.
- PA Sengeti gelar Pertemuan Rutin Dharmayukti Karini Cabang Sengeti
PA Sengeti gelar Pertemuan Rutin Dharmayukti Karini Cabang Sengeti

Dharma Yukti Karini di Pengadilan Agama Sengeti
Sengeti, (22/03/2013), Bertempat di ruang sidang PA Sengeti, Dharmayukti Karini Cabang Muaro Jambi kembali mengadakan pertemuan rutin yang dilaksanakan 2 bulan sekali, acara dibuka dengan menyanyikan Mars dan Hymne Dharmayukti Karini kemudian dilanjutkan dengan arisan serta demo kecantikan.
Hadir dalam acara tersebut, Dra Siti Zuhriah, pengurus serta anggota Dharmayukti Karini Cabang Sengeti (PA dan PN Sengeti) membuat acara pada hari itu berlangsung ramai. Lebih dari 15 orang memadati ruang sidang PA Sengeti. Ajang silaturrahim ini dimanfaatkan ibu-ibu Dharmayukti untuk saling mengakrabkan diri sembari melatih kekompakan agar kedepannya, Dharmayukti gabungan cabang sengeti ini dapat menjadi lebih baik. “Acara ini dapat mempererat silaturrahim antara ibu-ibu dan moment yang tepat untuk membahas hal-hal mengenai keorganisasian, administrasi serta hal lain demi tercapainya keeksisan Dharmayukti cabang sengeti dimata Dharmayukti Karini Gabungan ,”harap Siti Zuhriah. Bahkan ibu-ibu Dharmayukti Karini Cabang Sengeti bersepakat untuk mengubah kegiatan Dharmayukti ini menjadi sebulan sekali.
- Hakim PA Sengeti: Ada Lima Model Orang Beribadah
Hakim PA Sengeti: Ada Lima Model Orang Beribadah

Pengadilan Agama Sengeti kembali menggelar kegiatan bimbingan mental (bintal) periode awal tahun 2013, tepatnya Selasa (19/02). Bintal merupakan bagian program kerja tahun 2013, yang sebenarnya juga telah dilaksanakan secara rutin pada tahun-tahun sebelumnya sebagai upaya meningkatkan kualitas serta integritas sumber daya manusia yang ada di PA Sengeti. Kegiatan bintal kali ini diadakan di Mushola Al-Mahkamah yang diikuti oleh seluruh pegawai PA Sengeti, tanpa terkecuali.
Tampil sebagai penceramah adalah Ustadzah Nurbaeti, hakim wanita PA Sengeti yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Materi yang dikupas Nurbaeti seputar kewajiban manusia untuk beribadah kepada Allah. Ia menegaskan bahwa ibadah merupakan tugas yang dibebankan Allah kepada manusia, jika manusia tidak menjalankan ibadah berarti manusia itu tidak melaksanakan fungsi sebagai hamba Allah. “Bisa disebut, disfungsi sebagai ciptaan Allah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurbaeti memaparkan bahwa dalam kehidupan ini terdapat beragam tipe atau model orang dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. “Ada lima model orang dalam beribadah,” sebutnya.
Pertama, model orang yang beribadah semata melaksanakan kewajiban. Ia menjabarkan bahwa model pertama ini, biasanya orang tersebut dalam beribadah hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban atau sekedar demi kepantasan, misal orang melaksanakan sholat hanya untuk kepantasan sebagai orang yang beragama Islam.